Resolusi 2016

Salah satu resolusi saya di tahun 2016 adalah mempunyai penghasilan tambahan yang konsisten dan tercatat rapi. Kenapa ? Karena target  tahun 2016 dan target 5 tahunan mendadak berubah. Hal-hal yang tak terbayangkan mendadak jadi agenda utama keluarga kami. Beberapa diantaranya adalah :

  1. Kakak Ben (anak saya yang pertama) lulus IELTS dengan nilai 7 dan berniat mendaftar beasiswa LPDP untuk merantau ke negeri Ratu Elizabeth (Inggris) yang artinya harus ada dana extra buat Kak Ben selama dia kuliah di luar negeri nantinya
  2.  Ayah dan Bunda saya ingin umroh bersama karena terakhir ayah sakit parah di ICU selama seminggu lebih. Artinya ini juga harus ada dana khusus
  3. Wuwungan rumah depan sudah tidak layak yang artinya juga masuk dalam antrian renovasi rumah dalam 5 tahun ini
  4. Rumah untuk investasi yang baru saja kami beli dengan cara mencicil sejak tahun 2013 tiba-tiba menjadi tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar. Artinya rumah ini minta di beri pagar keliling
  5. Dana liburan 5 tahunan keluarga kami (6 orang) dengan targetnya Eropa Timur
  6. Persiapan biaya pernikahan Kak Ben dan Dek Sica (mereka cuma beda 18 bulan). Kira-kira untuk 5 tahun mendatang

Untuk itu di akhir Desember 2015 kami mengadakan rapat akhir tahun keluarga (saya, suami, dan anak-anak) untuk memilih apa saya yang menjadi target tahunan dan 5 tahunan dan bagaimana cara meraihnya.

Saya merasa bersyukur punya suami dan anak-anak yang mau saling berbagi dan bertukar pikiran tentang mekanisme pengelolaan keuangan keluarga kami. Hal ini tentunya berbeda dengan konsep orag tua saya dulu yang merasa keuangan keluarga adalah hal paling rahasia dan anak-anak tidak pernah dilibatkan.

Anak-anak merasa senang sekaligus belajar bagaimana merencanakan dan mengelola keuangan keluarga

Setelah diskusi panjang akhirnya ke 5 point diatas yang menjadi target utama keluarga kami. Disamping saya dan suami harus menyiapkan tabungan pensiunan untuk diri sendiri karena kami sepakat tidak mau menjadi beban bagi anak-anak kami kelak. Lalu bagaimana cara kami meraihnya ?

Saya dan suami sama-sama berprofesi sebagai PNS di bilangan Jakarta Selatan. Dengan tunjangan  dan gaji pokok  saat ini yang “alhamdulilah cukup” meski belum remunerasi 100% maka kami harus pintar mengelola keuangan dan mencari usaha sampingan yang halal dan barokah.

Biasanya disaat kepepet ada saja “ide-ide” bisnis yang terlintas di kepala. Dan iniah berbagai usaha yang di lakukan oleh keluarga kami

  1. Suami saya fokus di dunia penelitiannya dan mengajar di berbagai universitas, aktif menulis di surat kabar dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar
  2. Kakak Ben dan Dek Sica saat ini menjadi pelatih balet beberapa sekolah tari.
  3. Sedangkan saya fokus di dunia online berjualan berbagai macam barang sesuai passion saya.

Doakan usaha kami sekeluarga berhasil yaa. Saya juga mendoakan kepada semua pembaca blog saya agar senantiasa diberi kemudahan rejeki, kesehatan yang prima serta kebahagian. Sukses selalu untuk anda.

-Ketjup sayang-

NyonyaIka

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s